Pertamax, Wahana Antariksa Mendarat Di Komet

https://tvsoax.blogspot.com/2014/11/pertama-kali-wahana-antariksa-sukses.html
Trending topic di dunia Astronomi saat ini adalah proyek Rosetta. Rosetta adalah nama wahana antariksa tak berawak yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk menjalankan beberapa tugas ilmiah.

Tugas ilmiah itu antara lain menggambarkan inti komet, memastikan senyawa yang ada, mempelajari aktivitas komet dan perkembangannya dari waktu ke waktu dan sebagainya.

Awalnya wahana antariksa Rosetta dibuat untuk meneliti komet 46P/Wirtanen. Tapi karena terjadi insiden gagalnya roket Ariane pada Desember 2002 menyebabkan jadwal peluncuran wahana Rosetta diundur selama 14 bulan. Akibatnya sasaran obyek penelitianpun dirubah dan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko terpilih menjadi gantinya. Komet ini adalah sebuah komet dekat dengan periode orbit 6,45 tahun.

Misi Rosetta dirancang untuk menguak misteri di balik formasi es beku komet itu. Objek antariksa itu dikenali pertama kali pada 1969 oleh Klim Churyumov dan Svetlana Gerasimenko. Para peneliti yakin pendaratan wahana di komet dan mengambil data langsung dari sana bakal menambah pengetahuan tentang pembentukan jagat raya dalam 4,6 miliar tahun terakhir.

Wahana antariksa Rosetta diluncurkan pada 2 Maret 2004 silam, dengan biaya 1,6 miliar dollar AS. Tiba di orbit komet 67P/CG pada 6 Agustus 2014. Tidak seperti wahana tanpa awak lainnya, wahana antariksa Rosetta ini dilengkapi dengan robot pendarat yang disebut Philae landing craft yang bisa mendarat dan menempel di permukaan komet.

Setelah lebih kurang empat bulan bermanuver di sekitar komet, akhirnya pada hari Rabu (12/11/2014) malam pukul 23.03, robot pendarat Philae berhasil mendarat di komet targetnya, komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, tepatnya di situs yang dinamai Agilkia.

"Ini adalah langkah besar bagi peradaban manusia," kata Direktur Jenderal ESA, Jacques Dordain, seperti dikutip AP.

Pendaratan berhasil dilakukan setelah Philae mengarungi 7 jam perjalanan penuh risiko. Rabu pukul 16.03, Rosetta melepaskan Philae. Manuver Rosetta sebelum pelepasan penting. Salah perhitungan, pendaratan bisa gagal. Sekitar satu jam setelah pelepasan, staf pengontrol misi di Darmstadt mengambil foto Philae dengan kamera pada wahana antariksa Rosetta.

foto selfie wahana rosetta
Foto Selfie Wahana Rosetta

Proses pendaratan Philae penuh tantangan. Komet 67P/CG sendiri bergerak dengan kecepatan 18 km per detik atau empat kali kecepatan peluru. Pendaratan harus penuh perhitungan. Tantangan lain, permukaan komet yang lunak dan tak rata membuat Philae berpotensi terlempar dan terguling saat mendarat. Namun, semua hambatan berhasil diatasi. Philae sukses mendarat di permukaan komet yang berjarak 510 juta kilometer dari Bumi itu dengan selamat.

Kurang lebih setengah jam setelah wahana sebesar mesin cuci itu mendarat di permukaan 67P/CG. Stasiun pengendali wahana di Darmstadt, Jerman, telah menerima sinyal pendaratan Philae.

"Philae berbicara pada kita, sekarang kita sudah di atas komet," kata Kepala Misi Pendaratan Stephan Ulamec, sesaat setelah mengkonfirmasi sinyal pendaratan tersebut.

Wahana pendarat Philae dikabarkan melesak sekitar 4 sentimeter saat mendarat. Hal itu menandakan permukaan komet yang lunak. Masih belum bisa dipastikan apakah jangkar yang disiapkan bisa mengikat Philae di atas permukaan komet.

Kamis (13/11/2014) sekitar pukul 01.00 WIB, ESA merilis citra komet yang diambil Philae selama proses pendaratannya, saat wahana itu berada pada ketinggian 3,2 kilometer dari permukaan komet selebar 4 kilometer itu.

Analisis data telemetri yang kemudian dilakukan ESA mengungkap bahwa Philae sempat memantul saat pendaratan. Alat semacam bor pada Philae yang berfungsi melekatkannya dengan permukaan komet sempat gagal berfungsi. Untungnya, Philae tak terguling. Setelah memantul, Philae akhirnya berhasil mendarat.

"Hari ini kita tidak hanya mendarat sekali, mungkin dua kali," kata Stephen Ulamac dari ESA.

Seusai mendarat, wahana pendarat Philae bakal melakukan sejumlah misi penelitian. Misi ini bakal membantu menguak komposisi komet. Berbasis pada teori bahwa air dan kehidupan di Bumi mungkin berasal dari komet, riset ini bakal membantu menguak asal-usul kehidupan itu sendiri. Seluruh misi wahana antariksa Rosetta direncanakan akan berakhir pada bulan Desember 2015 mendatang. (kompas/tvsx)

Maaf, hanya komentar relevan yang akan ditampilkan. Komentar sampah atau link judi online atau iklan ilegal akan kami blokir/hapus.

Posting Komentar