10 Mitos Keliru Dalam Sains

10 mitos keliru dalam sains
Tidak ada hiburan namun bermanfaat yang lebih baik daripada membahas tentang mitos-mitos yang terdapat disekeliling kita. Apalagi jika mitos tersebut bersangkutan dengan Sains atau ilmu pengetahuan.

Pada dasarnya sains yang identik dengan fakta dan logika sekalipun tidak luput dari mitos-mitos atau kesalah kaprahan yang sebagian terdengar lucu dan menggelikan.

Berikut daftar 10 mitos, kesalahkaprahan, anggapan keliru yang begitu umumnya terdapat dalam sains:

1. Penyempurnaan Evolusi

10 mitos keliru dalam sains, teori evolusi
Teori Evolusi

Mitos: Evolusi menyebabkan sesuatu berubah dari "kasta rendah" ke "kasta tinggi".

Hal itu tidak selalu benar. Faktanya bahwa seleksi alam tidak selalu menyisihkan gen yang tidak unggul dari rantai genetik. Ada banyak kasus di mana suatu organisme yang tidak sempurna mampu bertahan melewati seleksi alam. Beberapa contoh dari hal itu adalah jamur, hiu, udang karang, dan lumut.

Mereka memiliki kode genetik yang sama dengan nenek moyangnya dan nyaris tidak berubah dari waktu ke waktu. Mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan mereka untuk bertahan hidup tanpa penyempurnaan genetis.

2. Tubuh Manusia Akan Meletus Di Luar Angkasa

10 mitos keliru dalam sains, man in space
Man in Space

Mitos: Bila terkena ruang vakum, tubuh manusia akan meletus.

Mitos ini adalah hasil dari film-film fiksi ilmiah yang menggunakannya untuk menambah sensasi drama didalamnya. Faktanya, manusia dapat bertahan selama 15 - 30 detik di luar angkasa selama mereka bisa menghembuskan udara keluar sebelum pemaparan (ini mencegah paru-paru meledak dan mengirimkan udara ke dalam aliran darah).

Setelah 15 detik atau lebih, kekurangan oksigen akan menyebabkan ketidaksadaran yang akhirnya menyebabkan kematian oleh sesak napas. Jadi dalam hal ini sama sekali tidak ada peristiwa "tubuh yang meletus"!.

3. Bintang Paling Terang

10 mitos keliru dalam sain, star of sirius
Star of Sirius

Mitos: Polaris adalah bintang paling terang di belahan Bumi utara langit malam.

Faktanya, Sirius sebenarnya lebih terang dengan magnitudo 1.47, dibandingkan dengan Polaris yang memiliki magnitudo 1.97 (semakin rendah nilai magnitudo satu bintang, semakin cemerlang). Mitos tentang Polaris adalah karena posisinya di langit menandakan titik Kutub Utara dan untuk alasan itu juga disebut "Bintang Utara".

Polaris adalah bintang paling terang di konstelasi Ursa Minor dan menariknya gelar Polaris sebagai Bintang Kutub bisa saja dicabut karena sebagaimana bintang-bintang lainnya, Polaris juga menunjukkan penyimpangan yang lambat namun dinamis terhadap poros Bumi.

4. Belum Lima Menit

10 mitos keliru dalam sains, mitos belum lima menit
Belum Lima Menit

Mitos: Makanan yang jatuh ke lantai aman untuk dimakan, jika anda mengambilnya dalam waktu kurang dari lima menit.

Ini adalah omong kosong yang sangat menggelikan. Jika ada kuman atau bakteri di lantai atau tanah dan makanan jatuh keatasnya, maka mereka akan langsung menempel pada makanan, tidak perlu menunggu sampai lima menit. Hanya saja memakan kuman atau bakteri tidak selalu merupakan hal yang buruk karena akan membantu kita untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

5. Sisi Gelap Bulan

10 mitos keliru dalam sains, sisi gelap bulan
Sisi Gelap Bulan

Mitos: Ada bagian yang selalu gelap di Bulan.

Faktanya, setiap bagian dari Bulan disinari dari waktu ke waktu oleh Matahari. Kesalahpahaman ini telah terjadi karena ada sisi Bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi. Hal ini disebabkan tarikan gravitasi Bumi di Bulan begitu besar sehingga hanya dapat menampilkan satu wajah ke kita yang dikenal dengan sebutan "penguncian pasang surut".

Penguncian pasang surut terjadi ketika gradien gravitasi membuat satu sisi benda angkasa selalu menghadapi lainnya, misalnya satu sisi Bulan selalu menghadap Bumi. Fenomena pasang surut terkunci terjadi karena kecepatan rotasi sebuah benda angkasa sama dengan kecepatan evolusinya. Rotasi dan Evolusi yang sinkron ini menyebabkan satu sisi terus-menerus menghadap pasangannya.

6. Sel Otak

10 mitos keliru dalam sains, sel otak
Sel Otak

Mitos: Sel-sel otak tidak dapat beregenerasi, jika anda membunuh sel otak, tidak akan pernah dapat diganti.

Alasan untuk mitos ini menjadi sangat umum adalah bahwa hal itu diyakini dan diajarkan oleh komunitas ilmiah untuk waktu yang sangat lama. Namun pada tahun 1998, para ilmuwan di Swedia dan Salk Institute di La Jolla, California menemukan bahwa sel-sel otak pada manusia dewasa dapat beregenerasi.

Sebelumnya telah lama dipercaya bahwa susunan otak yang kompleks akan sangat terganggu oleh pertumbuhan sel baru, tapi studi terbaru menemukan bahwa memori dan pusat pembelajaran pada otak dapat menciptakan sel baru. Fakta ini memberikan harapan baru untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan otak seperti Alzheimer.

7. Uang Dari Langit

10 mitos keliru dalam sains, uang jatuh dari langit
Uang Jatuh Dari Langit

Mitos: Sebuah uang logam yang jatuh dari sebuah bangunan yang sangat tinggi dapat membunuh pejalan kaki di bawahnya.

Mitos ini sangat umum bahkan telah menjadi sedikit klise dalam film. Idenya adalah bahwa jika Anda menjatuhkan sebuah uang logam satu sen dari atas gedung tinggi (seperti Monas atau Menara Raj Al-Khalifa di Dubai) maka uang itu akan meluncur jatuh dengan sangat cepat dan akan terus menambah kecepatannya sampai cukup memiliki kekuatan untuk membunuh seseorang pejalan kaki yang ditimpanya.

Faktanya, aerodinamika uang logam satu sen tidak cukup untuk membuatnya menjadi berbahaya. Apa yang akan terjadi adalah orang yang tetimpa uang itu akan merasa tersengat saja (dan mengomel kenapa yang jatuh cuma uang recehan)

8. Gesekan Panas

10 mitos keliru dalam sains, meteor, bintang jatuh
Bintang Jatuh

Mitos: Meteor dipanaskan oleh gesekan ketika memasuki atmosfer Bumi.

Ketika Meteoroid memasuki atmosfer Bumi dan menjadi meteor, sebenarnya kecepatan tekanan udara di depannya yang menyebabkan dia memanas. Tekanan pada udara disekeliling meteorid menghasilkan panas yang cukup kuat untuk membuatnya panas dan panas itu menimbulkan sinar cemerlang.

Kita juga harus menghilangkan mitos tentang meteor menjadi panas ketika mereka menghantam Bumi (dan menjadi meteorit). Meteorit hampir selalu dingin ketika mereka menghantam Bumi dan pada kenyataannya mereka sering ditemukan dalam keadaan tertutup es.

Hal ini karena mereka sudah dalam keadaan membeku akibat perjalanan mereka melalui ruang angkasa yang teramat dingin. Faktanya panas yang ditimbulkan oleh tekanan udara tidaklah cukup untuk membuatnya terbakar kecuali lapisan luarnya saja.

9. Petir Menyambar

10 mitos keliru dalam sains, petir menyambar
Petir Menyambar

Mitos: Petir tidak pernah menyambar tempat yang sama dua kali.

Lain kali jika anda melihat sambaran petir dan anda mempertimbangkan untuk melindungi diri dari sambaran berikutnya, ingatlah hal ini : Petir bisa saja menyerang tempat yang sama dua kali !. Petir sangat suka menyambar pada lokasi-lokasi tertentu seperti pohon tinggi atau bangunan.

Dalam lapangan yang luas, objek tertinggi kemungkinan akan beberapa kali disambar petir sampai petir tersebut bergerak cukup jauh untuk menemukan target baru. Sebagai catatan, gedung Empire State Building rata-rata disambar petir sekitar 25 kali dalam setahun!.

10. Gravitasi Di Luar Angkasa

10 mitos keliru dalam sains, astronot
Astronot Ngamen Di Bulan

Mitos: Tidak ada gravitasi di luar angkasa.

Faktanya, ada gravitasi sekalipun di luar angkasa. Alasan bahwa astronot tampak melayang di ruang angkasa karena mereka ikut bergerak mengorbit Bumi. Mereka jatuh ke arah Bumi, tetapi jatuhnya ke samping.

Jadi pada dasarnya mereka selalu jatuh tapi tak pernah mendarat. Gravitasi ada di hampir semua bidang ruang. Ketika pesawat ulang-alik mencapai ketinggian orbit (sekitar 250 mil di atas bumi), gravitasi berkurang hanya 10%. (litverse/tvsx)

Maaf, hanya komentar relevan yang akan ditampilkan. Komentar sampah atau link judi online atau iklan ilegal akan kami blokir/hapus.

Posting Komentar